Saturday, December 22, 2012

5 Bahasa Cinta

sekali lagi post dari beberapa artikel yang saya lihat dan yang ingin saya tulis ternyata sudah ada juga dari FB mentor saya, , (LOA nya mantaps) dengan judul asli sebagai berikut :

Saat saya mengucapkan kalimat di atas, di salah satu seminar saya, banyak peserta yang terdiam dan tampak bingung. Mereka pikir jangan-jangan saya lagi "hang" atau salah bicara.

Mengapa kita tidak perlu mencintai anak dan pasangan?

Karena yang mereka butuhkan adalah perasaan dicintai. Dengan kita mencintai tidak berarti mereka merasa dicintai. 
Coba Anda sesekali bertanya pada anak Anda, misal namanya Ani, "Apakah Ani merasa papa/mama sayang sama Ani?" atau pada pasangan, "Apakah Anda merasa saya sayang sama Anda?".

Jangan kaget bila jawaban mereka, "Tidak"


Lho... ?? Padahal Anda merasa sudah habis-habisan dan sungguh-sungguh mencintai dan menyayangi mereka. 
Apa yang terjadi?

Ternyata bahasa cinta Anda dan mereka berbeda. Seseorang hanya merasa disayangi dan atau dicintai bila perlakuan atau pengalaman yang ia alami sejalan dengan bahasa cintanya.

Ada lima bahasa cinta yaitu:
- waktu berkualitas.
- kata-kata pujian/dukungan
- sentuhan fisik
- pemberian hadiah
- pelayanan
Ditambah lagi dengan satu hal sangat penting yaitu tatapan mata yang lembut dan tulus saat berkomunikasi.

Bila bahasa cinta Anda adalah pemberian hadiah dan kata pujian maka Anda akan sering memberi hadian dan pujian pada anak atau pasangan. Namun bila bahasa cinta anak atau pasangan adalah waktu berkualitas dan sentuhan fisik maka mereka tidak akan merasa disayangi atau dicintai karena bahasa cinta Anda tidak mereka mengerti. 

Bahasa cinta yang tidak dimengerti oleh pasangan inilah yang seringkali menjadi sumber masalah sehingga terjadi perselingkuhan. Istri merasa sudah mencintai suami dengan memberi pelayanan dan waktu. Ternyata bahasa cinta suami adalah kata pujian. Suami tidak mendapatkan pujian dari istri namun dari wanita lain. 

Bagaimana kita tahu bahasa cinta seseorang?

Dari apa yang paling sering ia lakukan atau yang ia anggap penting. Misalnya bila seseorang sering memberi pujian atau sering memberi oleh-oleh atau hadiah maka ini adalah bahasa cintanya. Atau bila seseorang sering mengeluh mengenai sesuatu, misalnya, "Saya merasa kesepian. Suami/istri saya jarang ada di rumah", ini adalah indikasi bahasa cintanya waktu yang berkualitas. 

Bila anak kita sering berkata, "Ma/Pa lihat ini gambarku... bagus ya?" maka ini mengindikasikan bahasa cintanya adalah kata pujian/pendukung. 
Sering-seringlah berkomuikasi dengan bahasa cinta yang sejalan dengan bahasa cinta Anak dan pasangan dan lihat bagaimana kualitas relasi dan kedekatan Anda dengan mereka akan berubah secara luar biasa.

Jadi, tidak penting mencintai anak atau pasangan. Yang lebih penting adalah pastikan anak dan pasangan merasa dicintai.

Bagaimana menurut Anda?

No comments: