Friday, March 19, 2010

Bebek Komes Cak Jun

ada konsep baru yang diadakan oleh Mall Fantasi yaitu Food Street, saya iseng-iseng mencoba salah satu stand yang ada disana karena namanya menurut saya lumayan menarik di mata saya, namanya Pecel Ayam & Bebek Komes Cak Jun.
Review:
well, langsung to the point, daging bebek nya lumayan gurih, dengan ada bumbu diatasnya. kemudian daging bebek nya cukup gurih setahu saya kalau daging bebek agak sedikit keras, tetapi yang saya makan ini sebegitu keras daging bebeknya, sepertinya orangnya mengerti cara membuat daging bebeknya supaya tidak terlalu keras..

kemudian pada lalapannya, untuk tempe nya saya cukup menyukainya karena tempenya walaupun tebal tetapi tidak terlalu besar untuk dimakan, dan juga sepertinya tempe nya masih kurang terbentuk menjadi tempe sehingga jadi tidak terlalu lengket ketika di makan.

ada keunikan sendiri yang saya pikir mungkin terlewatkan dari semuanya. jika dilihat dari makanannya mungkin standar, tetapi sang pemilik menggunakan daun pisang sebagai alas untuk menjaga keharuman masakannya, begitu pula nasi putihnya.

Poin + : Menjaga keharuman masakannya dengan daun pisang, salah satu trik jitu,selain bermanfaat untuk masakannya, juga menghemat air mencuci piring.

Pon - : keterbatasan tempat duduk untuk makan, sehingga mengurangi kenyamanan apabila kita datang beramai-ramai
food report :
taste : 7/10 (sambal nya kurang pedas, so buat pecinta pedas ini bukan pilihan yang tepat)
comfort zone: 6/10 - standar, karena mejanya terbatas dan stand nya juga hanya berukuran 3 x 3. mungkin pilihan tepatnya adalah bungkus pulang karena keterbatasan tempat.
hang out rating : 5/10, bukan tempat terbaik untuk duduk dan berkumpul secara beramai-ramai karena tempatnya yang terbatas.
Cost : 23 ribu, bebek nya 20 ribu + es teh 3 rb.

sepatah-kata :
saya harus katakan, sebenarnya saya harus berterima kasih kepada salah satu teman saya jie wa (founder of inijie.com). setelah bertemu dengan dia dan berbicara panjang lebar mengenai perjuangannya untuk mencapai titik dimana dia berada saat ini. semua itu bermula dari passion (gairah).
jadi saya baru tahu bahwa ternyata menulis sebuah artikel tentang makanan susahnya amit-amit, maklum keterbatasan kata dan keterbatasan rasa pada lidah juga berpengaruh pada penulisan artikel :p but anyway at least i try. hope u all can enjoy.

2 comments:

Jiewa said...

Yap betul... lakukan apa yg kita cintai dengan penuh gairah (wah, agak seronok jg pake istilah 'gairah'), niscaya hasilnya jempolan..

Btw food street itu di dalam mallnya atau gimana ?

hendyK said...

@jie : hehe.. full of passion bro, food streetnya di dekat parkiran motor mall fantasi nya, jadi tidak berada di dalam mall tetapi berada di area mall nya.