Saturday, September 12, 2009

Hand Book 2009

HANDBOOK

Health:
1. Drink plenty of water.
2. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner
like a beggar.
3. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants.
4. Make time for prayer.
5. Play more games.
6. Read more books than you did in 2008.
7. Sit in silence for at least 30 minutes each day.
8. Sleep for 7 hours.
9. Take a 10-30 minutes walk every day.

Personality:

10. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about.
11. Don't have negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment.
12. Don't over do. Keep your limits.
13. Don't take yourself so seriously. No one else does.
14. Don't waste your precious energy on gossip.
15. Forget issues of the past. Don't remind your partner with his/her
mistakes of the past. That will ruin your present happiness.
16. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
17. Make peace with your past so it won't spoil the present.
18. No one is in charge of your happiness except you.
19. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
20. Smile and laugh more.
21. You don't have to win every argument. Agree to disagree.

Society:

22. Call your family often.
23. Forgive everyone for everything.
24.. Try to make at least three people smile each day.
25. What other people think of you is none of your business.
26. Your job won't take care of you when you are sick. Your family will. Stay in touch.

Life:

27. Do the right thing!
28. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.
29. GOD heals everything.
30. However good or bad a situation is, it will change.
31. No matter how you feel, get up, dress up and show up.
32. The best is yet to come.
33. When we awake alive in the morning, thank GOD for it.
34. Your Inner most is always happy. So, be happy.

Tuesday, September 8, 2009

@ Dhammadipa Arama - July 09

setelah melalui latihan selama seminggu bersama BUC. akhirnya sebelum kembali ke kehidupan masing-masing, kita ada kesempatan untuk singgah ke batu, malang. dan disana juga bertemu dengan bhante khanti dan sekalian melihat-lihat kondisi disana.semoga dengan kebajikan yang saya miliki dapat berbuah dalam bentuk kesempatan untuk bermeditasi di dhammadipa arama. semoga demikian adanya.

My Story @ Panti Semedi Balerejo - Part 03

hari selanjutnya lebih berat lagi dan saya sudah sedikit lebih fokus untuk mengamati obyek, masih mencoba mengamati obyek nafas. dan mulai terasa badan-badan yang katanya pegal linu dan lain sebagainya mulai sedikit demi sedikit hilang.. tapi pikiran kelihatannya sudah sedikit hilang pemberontakannya.
selama beberapa hari ke depan yang diperhatikan adalah kemampuan kita untuk mengamati semua yang ada di sekeliling kita, jadikan obyek.. wow amazing...

ya tentunya saya juga mendapat teman2 baru di sana. dan inilah sebagian kecil dari anggota BUC Pusat dan dari club BUC silakan klik hurufnya untuk tahu lebih lanjut.
miss u all. . . (melekat mode on)

Monday, September 7, 2009

My Story @ Panti Semedi Balerejo - Part 02

hari kedua berlanjut.. setelah mendapat pedoman lagi dan berdiskusi dengan bhante, kita memulai hari tersebut dengan lanjut meditasi... saya juga melanjutkan obyek meditasi saya, dan seperti biasa hari kedua ini sama dengan sebelumnya walaupun sudah ada peningkatan pada seberapa lama saya duduk atau berjalan dalam meditasi tetapi kualitas masih sulit di capai.
mencoba untuk meditasi jalan, lumayan sedikit bisa konsen, sekarang tujuannya adalah konsistensi dalam melakukannya.. wah kebayang deh pikiran lari sana sini, belum pembenaran / rasionalisasi pikiran, belum lagi kondisi fisik, sebenarnya kalau mau di bilang fisik, disana kita ga ngapa2in cuman duduk dan jalan, tenaga hampir mungkin 80% tidak di gunakan, jadi fisik boleh dikatakan tidak cape, tapi pikiran merasa bahwa itu bisa menjadi sangat pegal sekali duduk diam tanpa melakukan apa-apa, dan memang benar beberapa jam awal terasa sekali kalau pinggang sakit dan rasanya mau copot dari sendinya.
siangnya saya sedikit kesulitan di meditasi duduk jadi saya coba meditasi jalan, masalahnya dengan meditasi jalan adalah mungkin karena kurang kesadaran, saya jadi tidak begitu bisa memperhatikan telapak kaki saya, jadi begitu mulai biasanya langsung ga sadar kembali di kontrol pikiran..
jadi saya mengambil langkah jalan di kerikil, di balerejo ada kerikil di sepanjang jalan gedung teratai.. jadi saya paksa kaki saya jalan disitu, wah langkah pertama ga ada rasa, begitu langkah kedua, mmhh mulai ada rasa sakit dibeberapa titik, langkah ketiga ya kerasa di semua bagian yang tertusuk sama bagian tajamnnya kerikil deh.. hahaha.. perjuangan perjuangan...
anyway busway, lanjut hari sampai malam, mulai ada pergumulan pikiran nih ini yang saya alami yah, adoh seharusnya kamu kesini bukan begini kan? mengapa kamu disuruh duduk diam sekian jam, harus di berikan metode cepat dunk, kamu kesini kan ada tujuannya... pikiran rasionalisasi saya terus menerus menghajar, yah saya diam tapi sebenarnya sudah 50-50 tergoda untuk mengikuti rasionalisasi...

terus ada lagi nih ketika hari sudah mulai malam, aduh mana meditasi nya belum selesai, pikiran mulai menganggu lagi. jadi pikiran berkata demikian "aduh pulang aja yuk, ngapain kayak gini, apa ga salah? kalau dirumah tuh enak bisa nonton lebih nyaman, terus ga perlu kedinginan. kamu kesini dapatnya apa? kedinginan, bibir kebas, kepala, tangan kaki kedinginan semua, ini kondisi tidak nyaman dan kamu tidak berhak menerima seperti ini.. enak di rumah deh, kamu kan ada membership bisa sauna tuh di hotel, belum lagi nge gym.. kejamnya pikiran ini membuat rasionalisasi.
malam ke dua untungnya ga saya paksa tidur di tenda, malas, tapi lanjut di tempat lain. hehehe. pikiran 1 - saya 1.

Saturday, September 5, 2009

My Story @ Panti Semedi Balerejo - Part 01

wah hari pertama di mulai dengan penuh kepercayaan diri langsung mulai meditasi. tempat pertama saya adalah di gazebo, memang sudah ada beberapa orang yang berada di sana yang sudah mulai duluan..2 jam pertama rasanya bisa saya atasi, tapi ketika hari menjelang sore disana udara mulai dingin, maklum kita berada di ketinggian 550 m, kata beberapa orang tidak begitu dingin tapi saya secara pribadi mengatakan ini dingin sekali. apalagi berada di gazebo tersebut yang berada di tempat terbuka. bagaimana pun ada kesepakatan yang harus saya penuhi dan taati, jadi saya tetap paksa beberapa jam berikutnya disana. semakin malam bukannya semakin baik tapi malah semakin dingin udaranya. saya lihat beberapa peserta bahkan sudah ada yang mantap nih dalam meditasinya, mereka kelihatannya serius sekali (ya iyalah serius, sudah jauh-jauh kesini masa mau main2???).
saya pikir hanya saya saja yang ga benar nih, obyek meditasi jadi kabur, tujuan jadi tidak jelas, pikiran sudah mulai berontak lari kemana-mana. instruksi / pedoman yang diberikan pada waktu awal-awal mulai sudah tidak dapat dipegang, awalnya memang di paksa untuk bisa meditasi duduk atau jalan supaya kita bisa tahan terlebih dahulu dan memang benar saja pada waktu 15 menit awal sih ok-ok aja, loncat ke menit 16, pikiran mulai banyak tanya, mulai komplain.
pikiran ibarat monyet dia lari kemana saja yang penting tidak menetap di satu tempat, pertama awal-awal saya coba paksa untuk mengembalikan dia ke obyek nafas, tapi semakin di lawan dia semakin ganas..
pada waktu di paksa dia akan tunduk sejenak tapi langsung mulai liar lagi. pikiran akan mencari jalan keluarnya sendiri karena pikiran ga mau diperintah.saya mencoba mencari ketenangan dalam meditasi (ini pikiran awal loh, supaya ntar ga ada yang komplain, ini pikiran masih dodol, masih lugu), apa yang ingin saya capai (target,??? malah meditasi kalau di target tidak akan mencapai apa-apa).. (jadi intinya sih pikiran itu yang muncul dalam pikiran saya) kenapa sih begini? kenapa sih begitu.. kok bisa begini yah, kenapa yah begitu.. semua bentuk pertanyaan muncul, rasionalisasi mulai muncul menganggu saya, apakah harus saya duduk 30 menit? kan bisa 15 menit saja... toh lebih enak lagi, begitu 15 menit selesai istirahat sebentar baru lanjut lagi.. (kalau saya turuti rasionalisasi pikiran saya, mungkin bisa ga meditasi disana).

hari itu perjuangan saya adalah melawan hal-hal yang berada di luar diri saya, udara dingin, cuaca mendung, angin yang meniup bukan angin biasa tapi benar-benar angin dingin. saya sudah menyiapkan sarung tangan dan kaos kaki plus kaos kepala.. pokoknya bagaimanapun juga saya tidak akan beranjak dari gazebo sampai selesai..
beberapa jam kemudian tinggal saya dan 2 orang lagi, tapi wah saya sudah benar-benar tidak tahan. jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi, ga kuat!!! pikiran udah mulai macam-macam lagi, wah ribut mengenai jadwal tidur yang kurang.
kira-kira begini percakapan rasionalisasi pikiran saya kepada diri saya:
1. wah biasa waktu tidur cukup kenapa kesini kok malah disini malah ga cukup, ini bukan alasan kamu bermeditasikan? bermeditasi supaya waktu tidur mu kurang? bukan begitu kan?
2. coba lihat tuh sisa 2 orang, pasti nya yang lain udah pada tidur tuh... tuh yang sisa 2 orang itu paling ketiduran.. udah mending kita tidur aja..
3.udah gini aja deh, lebih baik kita tidur aja deh, abis itu ntar kalau sudah bangun baru lanjut lagi meditasinya, toh kan ga ada yang tahu...
4.
ini ketika poin 1,2 dan 3 saya tidak hiraukan, poin ini lebih parah: (wah pikiran benar-benar luar biasa pintar, dan saya benar-benar mengantuk waktu itu, jalan sudah goyang kanan kiri, duduk sudah mulai bungkuk).. kamu udah kedinginan, kaki udah seperti beku ga ada rasanya, terus badan kamu udah menggigil walaupun kamu udah pake sarung tangan, kaos kaki dan kaos kepala, masa kamu lanjutin terus? percuma saja kan? toh kamu ga dapat apa-apa, rugi kamu meditasi kalau begini, mending kamu coba istirahat dulu deh di kamar, daripada kamu beristirahat di sini percuma kalau sebentar, kamu istirahat di kamar tuh ada selimut lebih enak (wah membayangkan tidur didalam selimut dalam keadaan kedinginan itu uenaknya luar biasa...)
akhirnya saya di kalahkan di poin 3 ini.. pikiran 1 - saya 0, dan saya tetap menggigil walaupun di dalam kamar dan di selimut.. payah... :p

Thursday, September 3, 2009

Perjuangan menuju Panti Semedi Balerejo - My Story - Part 04

setelah berfoto-foto ria di samaggi jaya, kita mau melanjutkan perjalanan tetapi sebelumnya harus isi perut dulu dunk.. karena kita perjalanan pagi dan ini sudah mau hampir makan siang, jadinya kita singgah di satu tempat namanya bisa di lihat di bawah :harganya anda tidak akan bisa membayangkan... 3000 perak untuk nasi pecelnya, minumnya teh hangat cuman 500 perak. masalahnya pecel nya ini pedas banget.. saya ga berani mencampur bumbunya karena khawatir masalah perut saya kambuh lagi. jadi saya hanya makan pecel tanpa bumbu kacang (berarti bukan pecel dunk...)

kemudian setelah itu kita langsung meluncur ke desa balerejo, pengalaman lucunya adalah kita sempat tersasar 2 kali sebelum benar-benar sampai disana... salah satu anggota BUC sempat foto pemandangan indah..
akhirnya setelah kita sampai, beristirahat dan merenggangkan kaki sehabis itu langsung bertemu dengan YM. Bhante Uttamo M.T untuk diberikan pengarahan / pedoman, lalu setelah itu oleh ketua rombongan gantian memberikan pengarahan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di panti semedi ini, akhirnya mulai deh meditasinya.
tapi kita tentunya di arahkan ke tenda tempat kita menaruh barang kita. saatnya bermeditasi...

Wednesday, September 2, 2009

Perjuangan menuju Panti Semedi Balerejo - My Story - Part 03

setibanya kita di blitar di depan stasiun nya..
tidak lupa kita mampir ke sini neh :
sujud dulu, merenungkan ke-Agung-an Beliau :

Perjuangan menuju Panti Semedi Balerejo - My Story - Part 02

jadi keesokannya hari minggu perjalanan berlanjut yaitu melalui kereta api dan kita udah janjian ama ketua rombongan tuh gambarnya...tunggu di dunkin donut, stasiun gambir.. terus tidak berapa lama karena keretanya berangkat jam 5, kita diharapkan datang pukul 4, saya datang jam 3 dan beberapa sahabat BUC mulai berdatangan..
moment keberangkatan, sedang menunggu kereta.. disini kita baru kenal dan kita sharing cerita satu sama lain.
perjalanan kereta yah cukup lama 10-14 jam dan kita cuma bertemu dan bertatap muka dan saling mengenalkan diri.. perjalanan panjang tapi tidak terasa kalau pergi dengan rombongan.. sekitar 12 orang..











ini muka-muka para rombongan, saya ga ada disitu karena sedang mencari kamar bahagia (toilet) sakit perut.. hahaha.