Sunday, May 1, 2011

Sebulan Penghayatan Dhamma 27 April 2011 - Meditasi menghilangkan ke-AKU-an

Sebulan Penghayatan Dhamma diadakan kembali di vihara dan kali ini Samanera Municaro yang menjadi pembicara-nya.
tema yang di usung adalah mengenai ke-aku-an, keakuan ini ada yang bersifat halus dan bersifat kasar.

sifat kasar adalah sesuatu yang bisa kita lihat dan tahu, seperti contohnya adalah ketika kita egois, mau menang sendiri, keras kepala, dan hal-hal lainnya yang meningkatkan ego kita berarti kita tahu bahwa kita sedang memegang ke-aku-an tersebut.

sedangkan ke-aku-an yang bersifat halus adalah hal hal yang bsifatnya perasaan, mengapa perasaan? karena perasaan ini sulit diukur dan sulit diketahui, seperti pencapaian / keinginan yang ingin kita capai juga merupakan salah satu bentuk pemuasan kebutuhan untuk si aku nya. contoh yang samanea berikan mungkin tidak terlalu saya perhatikan lebih lanjut tetapi ketika sesi tanya jawab di mulai ada beberapa pertanyaan yang langsung tertangkap di telinga saya.

Salah satunya adalah mengenai meditasi yang dapat menghilangkan ke-aku-an yaitu vipassana bhavana (meditasi untuk mengamati obyek), sebelum kita mencoba untuk berlatih vipassana, maka hendaknya menguatkan samatha terlebihb dahulu, mengapa? (oke sebelum masuk ke penjelasan-nya, ini berasal dari pemahaman saya sendiri dan menggunakan terjemahan bebas dari saya sendiri)
sebelum memasuki vipassana / pengamatan, kita harus menguatkan obyek yang kita pegang. maksudnya adalah kita harus mampu memegang obyek tersebut selama mungkin hingga mencapai konsentrasi yang kuat baru lah kita bisa mengamati obyek. mengapa demikian? kalau kita belum kuat memegang suatu obyek (samatha) alhasil maka pikiran kita akan terombang-ambing dan bukannya fokus. pikiran yang masih terombang ambing akan mengalami kesulitan untuk mengamati obyek karena pengamatan berarti menempatkan diri kita sebagai pihak ketiga, tidak ada asumsi / penilaian / pelabelan pada setiap kondisi yang muncul dari pikiran atau diluar lingkungan kita.
jadi sebelumnya kita harus berusaha dengan stabil untuk supaya mampu dapat memegang obyek tersebut sehingga sudah mahir barulah kita bisa mencoba untuk mengamati.

nah poin serunya berada disini, kata samanera yang terucap, kita berusaha untuk mencoba mau mengamati tetapi dalam kehidupan sehari-hari berapa kali kita mencoba untuk menilai orang, memberi label kepada orang. sering kali kita tanpa peduli / tanpa kesadaran malah ber gosip-gosip ria, secara tidak sadar bahkan kadang secara sadar aneh bukan (hadirin hanya manggut-manggut saja, seolah mengiyakan tetapi juga tidak mau mengakuinya)

maka dari itu samanera mengajak hendaknya kita berusaha untuk selalu mengembangkan kesadaran saat ini. manusia itu seringkali suka mengayunkan pikiran ke belakang (masa lalu) atau ke depan (masa depan), menyesali yang sudah lewat dan mengharapkan yang belum datang. sehingga kekecewaan muncul ketika harapan tidak sesuai kenyataan.

jadi Hidup lah Saat Ini.
semoga bermanfaat.

2 comments:

Jayadharo said...

senang sekali sekarang banyak yang berlatih meditasi demi sedikit dikit menghilangkan ke akuan yang sudah lama bersemayam dalam diri ini

hendyK said...

terima kasih atas komentarnya, mohon maaf baru me-reply.